Era Pengetahuan Part 1



untuk menerima segalanya anda perlu mengosongkan fikiran anda dari segala yang dapat membuat anda susah menerima masukan dari manapun , seperti sebuah gelas yang ketika anda sudah mengisi penuh dengan air , dan jika di isi terus menerus dia akan tumpah dan tak berarti , kosongkan fikiran anda agar bisa menerima masukan dari berbagai hal,
sama juga seperti pohon , bila kita menanamnya di tanah yang subur, memberi air secukupnya dan menambah pupuk lambat laun pohon itu akan menmukan motifnya untuk hidup .

THE ILLITERATE OF THE 21st CENTURY WIL NOT BE THOSE WHO CANNOT READ AND WRITE, BUT THOSE WHO CANNOT LEARN , UNLEARN, AND RELEARN . -Alvin Toffler

Pengetahuan selalu bergerak dengat cepat, tidak ada pengetahuan yang paling baru , banyak contoh terjadi, apa yang di anggap sebagai pengetahuan paling baru hari ini besok sudah tidak terbaru lagi

dulu alat transportasi seperti pesawat di anggap sebagai sesuatu yang mustahil. tapi hari ini manusia sudah sangat biasa menggunakan pesawat untuk terbang. begitu pula dengan alat komunikasi Pager ( radio pemanggil ) yang dulu banyak di gunakan saat ini sudah punah dan berevolusi menjadi sebuah alat yang menjadi sangat di butuhkan untuk berkomunikasi, selain itu masih banyak contoh lain yang menggambarakan terus menerus berkembang dengan semakin cepat.

itulah yang di maksud pengetahuan sebagai aset yang kritikal oleh Michel Zack. Dalam kalimat yang lebih lengkap , Michel Zack Mengatkan Knowledge Is The Most Important And Critical Resources. Sebagai Sumber Daya yang kritikal , Pengetahuan Harus Terus Di Update, Pengetahuan yang sudah usang tidak akan menghasilkan sesuatu.


Alvin Toffler, "Mereka Yang di sebut buta huruf ( illiterate ) di abad ke-21 bukanlah orang orang yang di tidak bisa membaca dan menulis, melainkan mereka yang tidak bisa belajar ( Learn ) , Tidak Dapat menanggalkan pelajaran sebelumnya (unlearn ) , Dan tidak mau belajar kembali ( Relearn )




Komentar